
DIALAH YANG PERTAMA
Maniak Fisika. Pengagum Albert Einstein. Setia kawan. Si iseng dan suka usil, kalau sisi kekanak-kanakannya sedang kumat. Karla bisa menyebutkan sederet lagi hal unik tentang Will. Betapa tidak, selama bertahun-tahun, laki-laki itu adalah sahabat terbaiknya. Dan bagi Will, dia adalah tempat berbagi rahasia dan mimpi-mimpi yang tak sembarang orang tahu. Namun, siapa sangka, ternyata itu tak cukup untuk membuatnya merasa mengenal laki-laki itu.
DIALAH SATU-SATUNYA
Tak ada yang bisa menggantikan Will. Ke mana pun dia pergi, dengan siapa pun dia akrab, Will tetap yang paling spesial. Seperti bintang Polaris yang selalu berada di utara Bumi, demikianlah keberadaan Will di hati Karla. Selamanya.
DIA, YANG TAK TERLUPAKAN
Kepergian Will tak ubahnya bagaikan El Nino-memporakporandakan hati Karla habis-habisan. Jarak membuat rindu Karla merajalela. Dia kehilangan bagian terbaik dalam hidupnya. Tapi perasaan kehilangan itu tak seberapa dibanding rasa kaget saat mendengar berita buruk tentang Will. Karla mendengarkan suara hatinya sekali ini-dia tak akan membiarkan Will mengahadapi semua itu seorang diri....
FORGIVEN, sebuah kisah tentang lelaki pemuja Champagne Supernova dan perempuan yang selalu menanti bintang itu.
Pernahkah terpikir ketika seseorang yang kita cintai datang kepada kita, menawarkan sejuta rasa yang tak pernah terlihat canggung, memberikan harapan-harapan manis kepada kita? Kemudian saat kita sudah terperosok kepada sikapnya kepada kita, dia menghilang tanpa kita ketahui keberadaannya di mana, seperti apa nasibnya, dan apa dia masih seperti dahulu? Di saat kita sudah terjebak dalam kondisi demikian, kita memilih untuk melupakannya dan berharap dapat hidup tanpanya.
Mungkin Karla adalah gadis yang kurang beruntung. Ia terjebak dalam semua kondisi tersebut. Pertemuannya dengan William Hakim, seorang temannya yang terobsesi untuk meraih nobel fisika. Mereka hanya sebatas teman biasa; teman iseng, teman berbagi cerita, dan teman yang saling mendukung dan menyemangati.
Dan di otak Karla, hanya ada Will. William Hakim.
Karla terjebak pada labirin Will. Persahabatan yang mereka jalani ini bukan lagi sekadar bersahabat, tetapi ada yang lebih dari itu semua. Mereka jatuh cinta tanpa mereka sadari. Mereka saling mencintai walau Karla telah memiliki Alfan. Mungkin ini yang membuat Alfan terbakar cemburu dengan seorang pemuja Champagne Supernova.
Will menghilang setelah kelulusannya. Karla mencarinya namun tidak membuahkan hasil. Karla mulai merasa kehilangan dan selalu bertanya “di mana Will?” dan tak pernah ada jawaban. Bahkan yang paling menyakitkan adalah mereka tidak pernah bertemu tetapi Karla selalu tahu dengan keadaannya. Semakin tahu keberadaannya, semakin meletup rasa rindunya.
Mereka kembali bertemu, antara bahagia dan tidak. Will dan Karla berada di Boston. Mereka tidak berubah. Will hanya bercerita tentang fisika dan suatu mesin yang dapat ia ciptakan di masa depan nanti. Padahal nyawa Will hanyalah tinggal sejengkal. Vonis pengadilan menyatakannya bersalah. Lantas, bagaimana dengan nuklir yang dibuat oleh Will dengan Nicholas? Apa yang membuat Will harus meringkuk di balik jeruji besi?
Morra Quatro akan menceritakan nasib Will dan berkecamuknya Karla kehilangan Will. Ini bukan hanya sekadar cerita cinta biasa, bahkan menghanyutkan. Cinta memang selalu menarik untuk disimak pada setiap episodenya, mungkin juga dengan persembahan dari Morra Quatro ini.



0 komentar:
Posting Komentar